Masalah ini dapat ditafsil (dirinci) berdasarkan situasi di lapangan. Fenomena ini bisa jadi dihukumi haram bila mengandung unsur kemusyrikan atau syirik sebagaimana pernah diputuskan dalam Mukatamar NU Ke-5 pada 1930 M/1349 H di Pekalongan perihal peringatan sedekah bumi atau jin penjaga desa. Pandangan radikal dan intoleransi menguat di lingkungan pelajar dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Dibuktikan dengan hampir 50 persen pelajar setuju tindakan radikal. Data itu menyebutkan 25 persen siswa dan 21 persen guru menyatakan Pancasila tidak relevan lagi. Sementara 84,8 persen siswa dan 76,2 persen guru setuju dengan penerapan Para sahabat bertanya, 'Apakah itu ya Rasulullah?'. Nabi SAW menjawab: '1) Syirik (menyekutukan Allah), 2) berbuat sihir (tenung), 3) membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak, 4) makan harta riba, 5) makan harta anak yatim, 6) melarikan diri dari medan perang, 7) dan menuduh zina wanita mukminah yang baik.'". Jenis Syirik. Syirik dibedakan menjadi dua, yakni syirik besar dan syirik kecil. Syirik yang dimaksud dalam pembahasan bahaya sirik di atas adalah syirik besar. Sedangkan secara kejelasan dan kesamarannya, syirik dibedakan menjadi syirik jali (yang terang-terangan, jelas) dan syirik khafi (yang tersembunyi, samar). 1. Syirik besar (ุงู„ุดุฑูƒ Vay Tiแปn Nhanh Ggads.

tindakan rasul dalam menangkal syirik